Dari filem ini yang menarik buat saya adalah satu sesion dimana para pemainnya, Zafran, Riani, Genta, Arinda, Arial dan Ian mengucapkan semacam kalimat penyemangat saat Ian merasa ragu untuk bisa mendaki gunung mahameru. Berikut kalimat tersebut:
| Yang kita perlu sekarang hanya kaki yang akan berlari lebih
jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya (Genta) | |
| Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya (Ian) | |
| Leher yang akan lebih sering menatap ke atas (Arial) | |
| Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja (Riani) | |
| Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya (Zafran) | |
| Serta mulut yang akan terus berdoa (Arinda) |
Diakhir filem juga ada beberapa kalimat yang diucapkan oleh Zafran, cuma kalimat ini yang menurut saya sangat dalam.
"Kita berlima percaya pada satu hal. Sederhana tapi luar biasa. Ada dalam setiap diri manusia, bila ia meyakini. Sebuah impian!Oya, ada satu lagi kalimat menarik tapi bukan inspiratif lebih ke kalimat indah tentang wanita.
Setiap kamu punya mimpi, keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, didepan kening kamu yang menempel, biakan ia menggantung, mengambang 5cm. didepan kening kamu. Jadi ia tidak akan pernah lepas dari mata kamu. Kamu bawa impian kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari dan percaaya bahwa kamu bisa! ".
Wanita adalah ciptaan terindah dalam setiap hembusan nafasmu. Kamu akan melihat pantulan sinarnya dalam setiap embun pagi. Yang akan menandai awal baik buruknya kamu diawal hari. Hanya bila kamu mencintainya laksana embun pagi, maka ia akan mencintaimu sepenuhnya dan seterusnya.Kalimat itu diucapkan oleh jin baiknya Zafran saat ia membayangkan keindahan tubuh Arinda. Disini saya ketawa terbahak-bahak ketika Zafran ditanya Ibunya Arial mau minum apa, dia malah menjawab G-String!





